Siapa bilang ibu rumah tangga tidak boleh berbisnis?
by: Widyawati Irada , 15 April 2007

Bagi sebagian orang, berprofesi sebagai ibu rumah tangga sering disebut “hanya..” Padahal menurut saya, ibu rumah tangga adalah sebuah peran yang sangat penting dalam kehidupan berkeluarga. Seorang suami bisa hebat dalam menapaki karirnya, karena ada dukungan seorang istri yang tangguh di belakangnya.
Seorang anak bisa demikian berprestasi dan disukai di lingkungannya, karena peran seorang ibu dalam mendidiknya.
Itulah mengapa saya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga setelah anak saya lahir. Karena saya ingin memastikan bahwa kami sebagai orang tua telah membangun fondasi yang kuat untuk bangunan masa depan mereka.
Orang tua saya pernah berpesan :
“Jangan tinggalkan anak-anakmu semasa mereka masih balita !!”
Ya ! Pada masa balita terutama hingga umur tiga tahun, anak-anak sedang membangun gambar-gambar di alam bawah sadarnya. Mereka sedang membangun ‘trust’ terhadap orang tuanya. Jadi pastikan bahwa gambar yang tercetak adalah gambar yang indah, dan bangun kepercayaannya bahwa apapun yang terjadi kita tidak akan meninggalkan mereka. Dan sampai kapanpun, masa kecil tidak dapat diulang!
Namun demikian, asyik menikmati peran sebagai ibu rumah tangga kadang-kadang membuat lupa bahwa seorang ibu juga harus mengasah dirinya supaya tetap “tajam”.Karena seorang ibu rumah tangga yang tangguh bukan hanya ibu yang selalu bangun paling pagi menyiapkan semua keperluan suami dan anak-anak dan memastikan rumah selalu nyaman, tapi kita harus bisa menjadi teman ngobrol, teman diskusi, tempat curhat, bahkan tempat bertanya untuk suami dan anak-anak kita.
Bagaimana mengasah diri kita supaya tetap “tajam”?
Percaya atau tidak, salah satu caranya adalah dengan membangun bisnis!
Ya. Dengan memutuskan untuk menekuni satu bisnis tertentu, kita baru saja membuka gerbang menuju dunia luar. Bisnis yang dipilih tentu saja yang tidak terlalu rumit dan membuat kita harus meninggalkan rumah atau sibuk seharian sampai mengabaikan peran utama kita sebagai ibu rumah tangga.
Contoh sederhana, bisnis Laundry rumahan dengan segmentasi keluarga, pekerja atau mahasiswa. Berwira usaha di bidang ini bisa dibilang relative mudah karena nyaris tidak membutuhkan modal besar.Kegiatan mencuci dan menyeterika adalah kegiatan rutin yang biasa dilakukan ibu rumah tangga. Peralatannya biasanya sudah tersedia di rumah. Tinggal menambah beberapa item yang jumlahnya harus ditambah karena quantity barang yang harus dicuci juga bertambah, seperti keranjang, hanger dan tempat menjemur.
Kita bisa memulainya dengan menyebarkan brosur dan rajin membuat pengumuman. Kalau order mulai banyak, tidak perlu repot mengerjakan sendiri, rekrut satu orang karyawan yang dilatih untuk mengerjakannya sesuai standar kita.
Hasilnya, bukan hanya income keluarga bertambah, tapi kita juga memberi peluang kerja untuk orang lain.
Apakah dengan begitu kemampuan kita menjadi terasah?
Otomatis ya! Karena dengan mebuka usaha berarti kita membuka relationship dengan orang lain. Pada saat merekrut karyawan, mencari pelanggan, menerima pelanggan, hingga menerima komplain (sesekali ini pasti terjadi), kita berinteraksi dengan orang lain, dan itu membuat kita semakin bertambah pintar.